Kepala sekolah pastikan peserta UN tuna rungu tidak curang

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA-LB) Santi Rama di Jakarta Selatan menjamin anak didiknya tidak melakukan kecurangan saat Ujian Nasional (UN).

Menurut Kepala SMA-LB Santi Rama, Siti Rahayu, isu kebocoran soal maupun jawaban soal UN tidak mempengaruhi 12 murid tuna rungu yang pada Rabu mengikuti ujian untuk bidang studi matematika dalam satu ruangan dengan dua pengawas.

“Kalau anak tuna rungu nggak ada istilah bocor karena mereka itu lugu. Mereka nggak akan kepikiran untuk curang,” katanya kepada ANTARA News.

“Kalau mereka lihat di meja saya ada soal dan saya nggak ada di sana, mereka nggak akan berani lihat,” tambah dia.

“Mereka itu mendengarkan apa kata guru. Hubungannya bukan guru-murid, tapi partner,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah lulus dari Santi Rama pun pada siswa masih sering datang ke sekolah menemui para guru untuk menyampaikan kabar, apakah ada yang menikah, bekerja atau pindah kerja.

Siswa SMA-LB Santi Rama mengikuti ujian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Mereka mengikuti ujian seperti siswa sekolah umum yang lain. Hanya saja, kata Siti, soal untuk mata pelajaran bahasa seharusnya disesuaikan dengan kemampuan siswa.

“Dua tahun ini semua soal susah banget, harusnya disesuaikan dengan kemampuan anak. Hari pertama ujian ada murid yang nangis kencang setelah ujian bahasa Indonesia,” katanya.

“Saat pengawas menulis di papan tulis bahwa waktu sudah habis, dia nggak lihat karena fokus melihat ke soal. Padahal ada 15 nomor belum dikerjakan,” tutur perempuan yang menjabat sebagai kepala sekolah sejak 2003.
Sekolah keterampilan

Di Santi Rama, mata pelajaran keterampilan mendapat porsi lebih besar dibandingkan pelajaran seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Enam puluh persen keterampilan, Bahasa Indonesia, Matematika, dan sebagainya itu penunjang,” lanjutnya.

Di SMA-LB Santi Rama, para murid mendapat program belajar keterampilan seperti tata boga, tata busana, dan otomotif yang memungkinkan mereka untuk dapat berkontribusi untuk lingkungan.

“Di sini tujuannya untuk itu, yang masuk sini biasanya tidak berniat melanjutkan ke bangku kuliah karena yang diajarkan kebanyakan keterampilan,” kata Siti yang menyebut keberhasilan anak didiknya melanjutkan ke perguruan tinggi sebagai “bonus.”

Meski UN hanya berlaku bagi mata pelajaran penunjang, Siti berpendapat UN tetaplah perlu untuk dilakukan.

“Ya… untuk gengsi murid dan kepuasan orang tua,” katanya

Read more: http://www.antaranews.com/berita/369586/kepala-sekolah-pastikan-peserta-un-tuna-rungu-tidak-curang

Iklan
Categories: BERITA, BERITA BARU | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: